Kebudayaan dan Kesenian Warisan Nenek Moyang (Manusia dan Kebudayaan)

Maret 26, 2012 pebyword
Tag: , ,

Manusia adalah makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri, makhluk yang mempunyai hawa nafsu dan banyak keinginan, serta manusia adalah makhluk yang mempunyai kepribadian dan manusia adalah makhluk yang berbudaya. Manusia yang berbudaya artinya manusia yang hidup dengan sosialisai antar sesama sehingga membentuk sebuah unsur-unsur kepercayaan, ide, gagasan, atau sebuah bentuk atau benda yang dapat dibudidayakan. 

 

Manusia yang hidup berkelompok di suatu wilayah atau daerah biasanya menciptakan suatu kebudayaan yang berasal dari kebiasaan nenek moyang mereka di zaman dahulu.
Kebudayaan biasanya ada di suatu wilayah, yaitu berupa kesenian atau tempat-tempat peninggalan zaman dahulu. Seperti halnya kesenian yang ada di daerah Ponorogo. Di Ponorogo terdapat kebudayaan yang berupa kesenian Reog yang diciptakan oleh patih kerajaan pada zaman Majapahit. Pada awalnya Reog adalah kesenian yang merupakan media untuk memperolok dan meperingatkan pemerintahan raja yang selalu dipengaruhi oleh permaysuri. Lambang Barong adalah singa yang melambangkan seorang Raja. Pemain Reog berasal dari kalangan warog, warog adalah penguat atau masa yang memperkuat kerajaan dan mewakili darimana Reog itu berasal. Karena lahir di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka Reog pun sering di ikut sertakan dalam acara-acara kesnian atau budaya yang sering dirayakan oleh masyarakat seperti acara khitanan atau pernikahan.


Kebudayaan lainya adalah peninggalan tempat-tempat sejarah atau tempat-tempat kuno yang merupakan peninggalan dari zaman penjajahan. Semarang adalah salah satu kota yang banyak ditinggali dan diwarisi kebudayaan tempat-tempat bersejarah, oleh sebab itu Semarang disebut juga dengan sebutan Venesia From The East. Tempat peninggalan zaman penjajahan dahulu salah satunya adalah Gereja Belendug, Lawang Sewu, dan Pasar Johar. Selain itu Candi Prambanan juga merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Hindu di Indonesia.

Masih banyak lagi kebudayaan yang ditinggalakan dan diwarisi oleh nenek moyang pada zaman dahulu, hal ini berdasarkan berkumpulnya manusia yang menciptakan suatu kepercayaan dan gagasan yang menghasilkan suatu kebudayaan yang mempunyai nilai seni dan warisan zaman yang tak akan hilang dari sejarah hidup peradaban manusia khususnya di Indonesia.

About these ads

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Blogroll

GUNADARMA

Koneksi

chat with me..

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: